Semua tentang Kateterisasi Jantung

Kateterisasi JantungSepatutnya setiap orang penting untuk mengetahui berbagai gejala penyakit jantung (penyakit jantung koroner, penyakit katup jantung, perikarditis (peradangan katup jantung), aritmia jantung (detak jantung lemah, lebih cepat, atau tidak normal), gagal jantung (otot jantung lemah), dsb). Alasannya tidak lain penyakit jantung bisa menyerang siapa saja mulai dari bayi yang baru lahir, remaja, sampai dengan dewasa. Potensi terserang penyakit jantung bakal semakin besar apabila memenuhi kriteria berikut: ada keturunan penyakit jantung, punya berat badan badan berlebih, dewasa di atas usia 40 tahun, punya pola makan buruk, dan lain sebagainya. Berikut beberapa gejala penyakit jantung secara umum:

  • Sakit atau nyeri dada
  • Jantung berdebar
  • Keluar keringat meski tidak melakukan aktivitas berat
  • Mudah lelah & cemas
  • Sesak nafas
  • Membiru pada bagian tertentu ketika bayi menangis
  • Sakit kepala
  • Dsb

Untuk memperkuat gejala tersebut, disarankan untuk melakukan pemeriksaan. Salah satunya adalah dengan kateterisasi jantung atau dalam bahasa medisnya disebut dengan angiografi koroner. Kateterisasi jantung adalah pemeriksaan penyakit jantung yang memerlukan kateter selang panjang dan tipis. Untuk persiapan, prosedur, resiko, dan biaya dari kateterisasi jantung bakal dibahas di bawah 😀

Persiapan           

Sebelum melakukan pemeriksaan ini, dokter spesialis jantung bakal menyarankan untuk

  • Tidak dianjurkan makan atau minum selama 6 sampai 8 jam sebelum pemeriksaan
  • Dilakukan pemeriksaan darah untuk memastikan kondisi tubuh dalam kondisi optimal
  • Diminta untuk memberi tahu berbagai jenis obat yang dikonsumsi atau tetang alergi yang dimiliki

Prosedur            

Proses pemeriksaan kateterisasi jantung umumnya berlangsung antara 30 sampai dengan 1 jam. Dalam prosesnya, dokter memerlukan beberapa perlengkapan berikut:

  • Kateter berupa selang panjang berdiameter lebih kurang 2 mm dan tipis
  • Zat kontras agar pembuluh arteri dapat terlihat
  • Sinar-x untuk memotret pembuluh arteri yang terlihat

Pertama-tama, dokter akan mensterilkan daerah pergelangan tangan disebut dengan pembuluh darah radialis atau paha yang disebut dengan pembuluh darah femoralis. Mengingat kateter bakal dimasukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah, dokter akan menyuntikkan anestesi lokal agar kebal terhadap sakit. Prosedur selanjutnya adalah dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah, lalu bakal disuntikkan zat kontras lewat kateter tersebut. Kondisi jantung bakal direkam dengan sinar-x. Selanjutnya dokter akan mengeluarkan kateter dengan menekan area tusukan (area masuknya katetera) untuk mencegah pendaraahan.

Apabila kateterisasi jantung dilakukan dengan memanfaatkan pembuluh darah radialis (tangan) biasanya bisa langsung pulang, tapi kalau dilakukan dengan memanfaatkan pembuluh darah femoralis (paha) biasanya tidak dianjurkan untuk turun dari tempat tidur bahkan tetap menjaga kaki agar tetap lurus.

Resiko  

Pemeriksaan kateterisasi jantung sejatinya juga punya resiko, berikut:

  • Pembengkakan, nyeri, atau pendarahan hebat di area tusukan
  • Radiasi dari sinar-x dapat memicu kanker, meski sangat jarang terjadi. Saat kondisi hamil, jika tidak dalam kondisi urgent tidak disarankan untuk melakukan kateterisasi jantung
  • Zat kontras yang disuntikkan bisa memicu alergi atau gangguan pada ginjal
  • Robeknya dinding pembuluh darah, tapi sangat jarang terjadi

Untuk meminimalisir resiko ini, pastikan melakukan kateterisasi pada dokter yang terpercaya (menjanjikan legalitas, memiliki pengalaman mumpuni, punya nama besar, dan tentunya telah banyak pasien yang berhasil) serta ikuti petunjuk atau saran yang dianjurkan dokter.

Biaya

Untuk biaya pemeriksaan kateterisasi jantung sendiri terbilang mahal, lebih kurang 12 juta rupiah. Semuanya tergantung dari dokter atau rumah sakit tempat melakukan kateterisasi jantung. Apabila setelah pemeriksaan mengharuskan untuk pasang ring jantung (cincin agar pembuluh darah yang sempit kembali melebar) atau lakukan bypass jantung (jalur pembuluh darah baru karena adanya penyumbatan lebih dari 80%), maka akan bertambah biayanya. Untuk pasang 1 ring jantung, biaya sekitar 90 juta rupiah. Untuk lakukan bypass jantung, biayanya sekitar 185 juta rupiah.

Ragam Pengobatan Penyakit Jantung

Tak seorang pun di dunia ini yang ingin menderita penyakit jantung. Alasannya sederhana karena penyakit ini tidaklah mudah untuk disembuhkan dan resiko untuk meninggal dunia akibat penyakit ini juga cukup besar. Di Indonesia sendiri, selain kanker, penyakit jantung menjadi penyebab kematian paling banyak di negara ini, sama halnya dengan negara-negara lainnya di dunia. Tak dapat dipungkiri bahwa ketika menderita penyakit ini, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyembuhkannya. Adapun ragam pengobatan penyakit jantung itu sendiri adalah:

Mulai dengan memperbaiki pola hidup

health cPola hidup yang tidak sehat memang memberikan dampak buruk bagi tubuh. Sebagai contoh, apabila rajin begadang, tubuh akan mudah lelah, mengalami kekurangan darah, menurunnya sistem kekebalan tubuh, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan kebiasaan suka makan makanan siap saji, resiko untuk mengalami obesitas dan penyakit kanker bisa saja semakin besar. Di samping itu, apabila sudah terkena penyakit jantung dan pola hidup masih belum sehat, apapun jenis pengobatan yang diambil, penyakit ini akan kembali lagi dan lagi. Perlu diketahui bahwa penyebab utama dari penyakit ini sendiri adalah pola hidup yang tidak sehat. Oleh sebab itu, mulai dengan memperbaiki pola hidup terlebih dahulu. Sebagai contoh, jika Anda malas berolahraga, mulailah untuk rajin melakukan kegiatan ini minimal 3 kali seminggu atau jika Anda seorang perokok, hentikan kebiasaan ini segera. Jika Anda suka makan makanan asin dan atau makanan siap saji, kurangi mengkonsumsi makanan tersebut dan ganti dengan buah dan sayur. Dengan pola hidup yang sehat, organ-organ tubuh pun akan sehat.

Konsumsi obat-obatan yang sudah direkomendasikan

medicineAda banyak obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit jantung yang sudah beredar di pasaran. Meskipun begitu, diharapkan untuk tetap berhati-hati dalam memilih obat jantung yang ada karena tidak semua obat tersebut cocok atau berkualitas. Oleh sebab itu, hanya konsumsi obat-obatan yang sudah direkomendasikan oleh dokter jantung. Pada umumnya ada beberapa obat-obatan yang baik untuk jantung, seperti statin, antiplatelet, anti hipertensi, obat diabetes, dan lain-lain. Obat-obatan ini berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol, mencegah penggumpalan darah, penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah, dan mengurangi kadar gula di dalam tubuh. Untuk konsumsinya sendiri, diharapkan disesuaikan dengan anjuran dokter, jangan sampai kelebihan dosis karena bisa membahayakan kesehatan tubuh. Jika bingung mengenai cara pemakaiannya, baca keterangan di kemasan produk atau tanyakan langsung ke dokter.

Lakukan operasi

operasi jantungApabila penyakit jantung yang diderita sudah terbilang sangat parah dan mengkonsumsi obat-obatan sudah tidak ampuh lagi, melakukan operasi jantung sangat disarankan. Ada banyak pembedahan jantung yang bisa dilakukan saat ini, dua di antaranya adalah bedah bypass dan operasi pemasangan stent atau cincin. Operasi jantung bypass bertujuan untuk membuka jalan baru bagi aliran darah sehingga suplai darah ke seluruh tubuh terkecukupi. Sementara itu, operasi pemasangan cincin bertujuan untuk memperlebar arteri jantung sehingga jantung tidak tersumbat lagi dan aliran darah dapat mengalir dengan lancar.

Untuk melakukan operasi jantung, disarankan untuk menyiapkan dana hingga ratusan juta rupiah karena biaya operasi dan perawatan setelah operasi terbilang mahal. Di samping itu, disarankan untuk tidak asal pilih jenis operasi jantung karena bisa saja beberapa tahun setelah operasi, penyakit ini kambuh lagi dan harus dilakukan operasi lagi. Tentu hal ini akan sangat merepotkan dan menghabiskan banyak uang.